Selamat datang di zona Atmadilaga

Mari berbagi informasi, pengalaman, dan wawasan, .
setetes tinta melahirkan jutaan inspirasi

05 April 2011

Gaya Batang Pada Rangka Batang Statis Tertentu 2 dimensi Dengan Menggunakan SAP 2000

Dengan Program SAP 2000, kita dapat menghitung gaya dalam sebuah struktur rangka batang dengan mudah. Buat menghitung struktur rangka statis tertentu gampang kok, karena kita gak perlu memperhitungkan luas penampang, inersia, ataupun sifat-sifat batang. Lain halnya dengan konstruksi statis tak tentu.

Langkah-langkahnya mudah, berikut contoh pengerjaan dengan menggunakan program SAP2000 V.10 untuk struktur rangka batang statis tertentu.

Menggambar Struktur Rangka Bantang,

https://atmadilaga27.blogspot.comMula-mula klik toolbar new model, atau pilih file – new model
Lalu akan tampil windows pada gambar di samping: 

Ubah Unit sesuai data input anda, missal N,m,C

Pada pilihan template terdapat berbagai pilihan, anda dapat memilih 2D truss atau membuat sendiri, jika ikin membuat gambar sendiri, maka pilih Grid Only


Setelah anda men-klik pilihan tersebut (Grid Only), Selanjutnya akan tampil windows sbb;

https://atmadilaga27.blogspot.com
 Pada box Number of Grid Lines terdapat kolom yang harus anda isi;
X direction : Jumlah segment konstruksi arah X
Y direction : Jumlah segment konstruksi arah Y
Z direction : Jumlah segment konstruksi arah Z

Grid Spacing adalah jarak spasi per segment

Jika anda ingin mengubah data entry (Jika terdapat variasi jarak maka anda dapat mengaturnya dengan meng-klik Edit Grid, maka akan tampil jendela berikut;
https://atmadilaga27.blogspot.com
Anda bisa memilih mengatur dengan koordinat atau dengan menggunakan jarak pada pilihan Display Grid as yang tampak pada sisi kanan jendela, jika sudah, klik Ok dan akan muncul gampar seperti di bawah





https://atmadilaga27.blogspot.com
Pilih tampilan XZ view pada toolbar untuk melihat dari depan dan tutup jendela sebelah kanan untuk mempermudah pengeditan









https://atmadilaga27.blogspot.com
Klik tool Draw Frame/Cable element yang terdapat pada kiri windows untuk memulai membuat struktur rangka, lalu tarik dari joint ke joint untuk menggambar struktur rangka tsb
https://atmadilaga27.blogspot.com
Setelah terbentuk seperti gambar di atas lalu blok frame seperti diatas untuk selanjutnya dibagi menjadi 3 segment dengan memilih menu edit-Devide Frame, Kemudian masukan angka 3 dan 1 seperti pada gambar di bawah :


 https://atmadilaga27.blogspot.com
  

Selanjutnya klik Ok dan frame telah terbagi menjadi 3 segment

https://atmadilaga27.blogspot.com
Selanjutnya anda tinggal menerus kan menggambar frame yang tersisa
Untuk membuat Perletakan, pilih joint yang akan diberi perletakan dengan cara membloking pada joint tsb. Lalu pilih assign-joint-restraint,
https://atmadilaga27.blogspot.com


 
https://atmadilaga27.blogspot.comSerlanjutnya anda tinggal menentukan beban anda dengan memilih define-loadcase
Pilihan ini untuk mementukan apakah beban sendiri diperhitungkan atau tidak, jika tidak maka anda harus mengganti Type dead menjadi Superdead lalu klik tombol modify load dan Ok
https://atmadilaga27.blogspot.com

https://atmadilaga27.blogspot.comJika sudah, jangan lupa untuk me-release frame tersebut, perlu diperhatikan bahwa pada struktur rangka batang, nilai moment pada tiap-tiap buhul adalah Nol, maka perlu kita buat momennya menjadi Nol dengan cara klik menu assign-frame/cable/tendon-release/partial fixity.


https://atmadilaga27.blogspot.com
Lalu klik pada momen 22 dan momen 33 seperti pada gambar di atas              

https://atmadilaga27.blogspot.com

Input Beban
Blok semua buhul lalu pilih menu assign-jointload-force
https://atmadilaga27.blogspot.com

Masukkan nilai beban pada box kolom force
https://atmadilaga27.blogspot.com
https://atmadilaga27.blogspot.com(Jika beban membentuk sudut terhadap bidang horizontal, maka perlu dikonversi ke arah X dan Z dengan mengalikan dengan sin dan cos sudut tersebut seperti metode vector)









Running Analisis
Jika Input beban telah selesai, maka selanjutnya tinggal melakukan analisa dengan memilih menu Analyze-Run Analyze
Pilih don’t run untuk modal (untuk mempercepat proses dan permudah dalam membaca output)
Selanjutnya klik pilihan Run Now
Program akan meminta anda untuk menyimpan data, setelah anda menyimpan file tersebut, selanjutnya program akan memulai proses analysis
Selanjutnya untuk melihat hasil, adnda dapat melihatnya pada pilihan Display
Show Load Assign            : Untuk melihat beban luar yang berkerja          
Show Deformed Shape    : Untuk ,melihat lendutan akibat beban yang berkerja
Show Force/Stress           : Untuk Melihat Grafik Momen, Lintang (Shear), Normal (Axial    Force), Torsi (Torsion), dan Reaksi (Joint)
Show Table                       : Untuk Melihat hasil analysis dalam bentuk table
(Hasil Output berupa table dapat di export ke Excel)

https://atmadilaga27.blogspot.com



Selamat Mencoba
Share:

28 March 2011

Yang terbaik adalah dengan 'Optimal' bukan 'Maksimal', got it!!!

https://atmadilaga27.blogspot.com
Ini hanya sebuah idea, pola pikir, filosofi atau apapun namanya. Tulisan ini adalah hasil pemikiran dihadirkan dari pengalaman saya sebelumnya. Sebelumnya saya selalu berpikir untuk berkerja sebaik, secepat, serapih, dan semaksimal mungkin hingga saya lupa akan hal lain yang juga penting. Apa itu? Itu adalah kemampuan batasan atau limit. Tidak bisa kita pungkiri bahwa kita manusia memiliki apa yang disebut batas kemampuan. Sering kali tanpa kita sadari kita berkerja atau berpikir terlalu keras hingga melewati batas kemampuan kita. Dan alhasil kita kewalahan dan bukan tidak mungkin kita mengalami drop. Akibatnya kemampuan kita menurun dan malah memperburuk kinerja kita sehingga memperlambat proses bekerja atau bahkan menunda pekerjaan yang harusnya masih dapat kita kerjakan. Perhatikan kemampuan kita, jangan sampai kita berkerja overload sehingga berdampak stress atau bahkan sakit.
  

https://atmadilaga27.blogspot.comDalam mengejakan suatu pekerjaan tidaklah harus terburu nafsu, menghabiskan seluruh kemampuan di awal pekerjaan. Seringkali saya memperhatikan beberapa rekan saya, bahkan saya sendiri melakukan kesalahan ini. Memulai sebuah pekerjaan dengan mengerahkan seluruh kemampuan, sehingga seringkali ditengah pekerjaan malah kemampuan yang semula luar biasa menjadi low quality. Perlu kita ingat bahwa pekerjaan bukan hanya awal dan akhir, tapi ditengahnya ada suatu hal yang tidak kalah penting dan bahkan sangat menentukan bagaimana kualitas akhir, yaitu ‘proses’. Maka perlu kita perhatikan bagaimana kita memanajemen waktu, kemampuan fokus, tenaga, dan konsentrasi kita, kemampuan fisik dan mental agar kinerja kita dapat tetap stabil seiring proses. Ingatlah untuk menghasilkan sebuah karya yang terbaik bukanlah dengan berkerja maksimal, tetapi dengan berkerja optimal, karena pekerjaan optimal akan selalu memberikan hasil terbaik dari apa yang kita bisa.

https://atmadilaga27.blogspot.comUntuk itu perlu kita pelajari kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, lalu peluang serta resiko yang akan kita ambil. Manfaatkan kelebihan untuk menutupi kekurangan. Atur waktu dan sediakan waktu untuk rehat dan refreshing,. Mengatur waktu dengan mempertimbangkan besar dan harga peluang dibandingkan resiko yang akan kita ambil. Dengan mengetahui hal-hal tersebut tentunya kita dapat mengoptimalisasi pekerjaan kita. bekerjalah dengan santai, rapih, dan tetap fokus untuk mendapat hasil terbaik..



Share:

03 December 2010

ANALISA HIDROMETRI 151 H

ANALISA PENGENDAPAN HIDROMETER 151 H

Bagi praktikan yang menggunakan hidrometer tipe 151 H, Perhitungan yang digunakan sedikit berbeda dengan yg menggunakan tipe 152 H

Untuk yg menggunakan tipe 151 H, ni gw buatin contoh tabel perhitungan beserta keterangan untuk rumus yang dipakai




Selanjutnya masukkan data dalam perhitungan dan ditabelkan:

(tabel atas ma bawah nyambung ya...)
Note :
Nilai konstanta 'a' juga dapat diperoleh menggunakan tabel

Data - data yang menggunakan tabel , tabel tersedia pada SNI 3423-2008, yang mau download bisa klik di link ini :
Oia kLo tulisan diatas gak jelas, contoh tabel diatas jg bisa didownload dalam format Ms Word 2003, kLik aja link di bawah ini:
Tabel Itungan
Share:

14 August 2010

PERCEPATAN KONSOLIDASI

Percepatan konsolidasi merupakan suatu proses drainase baik secara vertikal (mono-directional) maupun horisontal yang memanfaatkan kolom-kolom drain agar air dalam pori-pori tanah lebih cepat terevakuasi dengan memanfaatkan aliran air tanah arah horisontal.

Arah Aliran Air Tanah


a. Tanpa drainase vertikal
https://atmadilaga27.blogspot.com b. Dengan drainase vertikal
https://atmadilaga27.blogspot.com
TIPE DRAIN
1. Drain Konvensional dari Bahan Granuler
– Tipe ini sudah lama digunakan dan bahan drai terdiri dari pasir atau kerikil.

– Diameter drain berkisar antara 18 s/d 45 cm.
– Kriteria bahan filter alami (Terzaghi, 1921)

  • 4d15 ≤ D15 ≤ 4d85 dengan cu = d60/d10 ≤ 2 (untuk jenis tanah uniform)
  • D15 ≥ 4d15 sifat hidrolis bahan mampu melewatkan air
  • D15 ≤ 4d85 sifat filter bahan mampu menahan butiran
2. Drain sintetis
– Magnan (1983) meyatakan bahwa drain sintetis dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori
  • Drain karton
  • Drain plastik
  • Drain dalam bentuk kantong-kantong pasir
  • Drain berbentuk tali dari bahan jute
POLA JARINGAN DRAIN
https://atmadilaga27.blogspot.comhttps://atmadilaga27.blogspot.com
Diameter Efektif Pangaruh suatu Drain Vertikal
• Diameter efektif pengaruh suatu drain vertikal yang berbentuk suatu kolom drain adalah merupakan diameter rerata dari prisma tanah yang dipengaruhi oleh satu drain.

• Tipe jaring segi empat : D = 1.13L
• Tipe jaring segi tiga : D = 1.05L


Diameter Ekivalen

• Dalam masalah drain bentuk pita, maka bentuk tampang drain adalah segi empat, sedangkan untuk analisis konsolidasi tanah akibat drainase vetikal digunakan koordinat siliner sehingga bentuk plat perlu diekivalenkan ke bentuk silinder agar dapat menggunakan teori konsolidasi radial. Magnan (1983) menyatakan bahwa :
– d : diemeter ekivalen (cm)
– B : lebar drain bentuk pita (cm)

– Tg : tebal drain bentuk pita (cm)

https://atmadilaga27.blogspot.comDrainase Vertikal
https://atmadilaga27.blogspot.com• Penyelesaian matematis persamaan Terzaghi dengan kondisi batas sebagai berikut :
– Drainase terjadi ke arah lapisan drainase di atas dan di bawah lapisan tanah kompresibel, bila z = 0 dan z = sH, u = 0.
– Kelebihan tegangan air pori awal
Δu = ui adalah sama dengan pertambahan tegangan tekan (σΔ), bila t = 0, u=ui= σΔ=σ2’ - σ1’

Panjang Aliran Drainase Vertikal
a. Kondisi 2 Lapisan Drainase

https://atmadilaga27.blogspot.com b. Kondisi 1 Lapisan Dranase
https://atmadilaga27.blogspot.com
• Casagrande (1938) dan Taylor (1948) memberikan pendekatan sebagai berikut :
– Untuk Uv <>- Untuk Uv > 60% dengan Tv = 1.781 – 0.933log(100-Uv%)
– Dimana Uv :

• Brinch Hansen menyederhanakan hubungan antara Uv dan Tv sebagai berikut :

Hubungan Derajat Konsolidasi (Uv) dan Time Factor (Tv) pada konsolidasi satu arah
https://atmadilaga27.blogspot.comKonsolidasi Radial dan Vertikal
• Barron (1947), menyatakan bahwa deformasi berbentuk uniform.
• Prisma tanah yang dipengaruhi oleh satu drain adalah suatu silinder porous
• Volume air yang di drainase
adalah volume air yang berada di dalam silinder.
https://atmadilaga27.blogspot.com
• Untuk masalah konsolidasi radial, tegangan total terjadi adalah konstan.
• Dalam kondisi tersebut maka didapat nilai F(n) sebagai berikut :

• Kemudian pemecahan konsolidasi radial dari Barron disederhanakan menjadi :

• Dalam masalah geoteknik, umumnya dinyatakan dalam :
___________

• Carillo (1942) dan Gambin (1985), memberikan teori yang menggabungkan ke dua pemecahan teori konsolidasi vertikal dan radial yang dinayatakan sebagai berikut :


• Pengaruh hambatan aliran dalam suatu drain, Hansbo (1983) memberikan koreksi terhadap konsolidasi arah radial. Hubungan antara Kapasitas Drainase dan Waktu Reel Konsolidasi


Hubungan antara Kapasitas Drainase dan Waktu Reel Konsolidasi
• Umumnya derajat konsolidasi tidak dicari sebesar 100%, tetapi ditentukan untuk waktu reel yang akan dicapai, bila derajat konsolidasi (Uv) berkisar antara 90%-95%.
• Oostveen (1986), kriteria drain sempurna ditentukan jika kapasitas drainase (qw) dari pada drain tersebut lebih dari 100-1000 kali nilai koefisien permeabilitas horisontal tanah (kh).
• Hubungan antara Uv dan Tv dapat digunakan tabel atau grafik dari Terzaghi atau menggunakan ekspresi Brinch dan Hansen.
Share:

OUR YOUTUBE CHANNEL

Join Our Fanpage

KUNJUNGI BLOG KAMI LAINNYA



Total Pageviews

Blogroll