Selamat datang di zona Atmadilaga

Mari berbagi informasi, pengalaman, dan wawasan, .
setetes tinta melahirkan jutaan inspirasi

03 December 2011

FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN TERHADAP PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PONDASI


Air Tanah (m.a.t)


Berdampak terhadap kapasitas dukung, stabilitas keseluruhan, ganguan dewatering (mengeringkan sumur tetangga), dan teknik pelaksanaan (lempung becek diinjak-injak pekerja secara berlebihan dapat merusak kap. dukung tanah).


https://atmadilaga27.blogspot.com


Podasi bisa miring pada tanah granular terendam air akibat gerusan pada dasar pondasi. Sehingga disarankan jangan dibawah m.a.t atau dengan teknik pelaksanaan yang baik.


Pondasi Baru Dekat dengan Pondasi Lama

https://atmadilaga27.blogspot.com


Pondasi lama akan terbawa turun juga akibat beban pondasi baru. Solusinya dengan pengaturan jarak yang cukup (sebaran beban 1:1) atau gunakan sheet pile.

https://atmadilaga27.blogspot.com
Suku ke-2 kapasitas dukung tanah akan hilang, sehingga kapasitas dukung menjadi berkurang. Solusi dengan pengaturan jarak yang cukup (sebaran 1:1) atau gunakan sheet pile/buis beton.


Volume konstan akan menggesar tanah secara lateral dan bangunan kecil akan terdorong ke samping. Dapat juga bangunan kecil akan terbawa turun. Jika bangunan besar turun 5 cm biasa saja, tetapi kalau bangunan kecil bagaimana ? Solusi buat pondasi pile hingga lapisan keras/lap batuan.






Berkatian dengan Aliran Air (erosi)


https://atmadilaga27.blogspot.com


Dasar pondasi harus dibawah pengaruh gerusan.


Pondasi diatas tanah pasir yang tidak padat


https://atmadilaga27.blogspot.com


Masalah yang timbul adalah setlement, erosi air baik dipermukaan maupun didalam tanah. Untuk mencegah dampak erosi permukaan diperlukan kedalaman pondasi yang cukup, namun untuk erosi yang ada dalam tanah diusahakan jangan ada pemompaan atau aliran air.




Pondasi diatas tanah ekspansif


https://atmadilaga27.blogspot.comhttps://atmadilaga27.blogspot.com
             Pondasi Terdorong Masuk               Pondasi Terangkat


Sifat tanah ekspansif : pada saat basah mengembang dan pada saat kering tanah menyusut baik ke arah vertikal (dominan) maupun horisontal.


https://atmadilaga27.blogspot.com

Pada jalan jika penyusutan tidak bersamaan, aspal akan pecah-pecah. Sedangkan pada saat pengembangan kapasitas dukung tanah mengecil yang dapat berakibat penurunan yang tidak merata.


Solusi : Mengganti tanah dengan tanah yang baik, perbaikan tanah dengan bahan kimia (semen/kapur), pengontrolan kadar air agar tidak terjadi penyusutan dan pengembangan.

https://atmadilaga27.blogspot.com

Untuk pondasi dapat dipasang rongga pengatur kembang susut.


https://atmadilaga27.blogspot.com


Untuk pondasi tiang, agar tiang tidak terpengaruh kebang susut dapat digunakan pelapis bitumen agar permukaan tiang licin sehingga tidak menarik maupun mendorong tiang.


Untuk pasangan tegel rumah diatas tanah ekspansif disarankan,

https://atmadilaga27.blogspot.com


Sedangkan untuk pondasi telapak disarankan mengganti lapisan ekspansif dengan jenis tanah yang tidak ekspansif.
https://atmadilaga27.blogspot.com


Pondasi diatas tanah lempung non-ekspansif


Laminating Clays (lempung keras tapi berlapis dan bercelah) akan menyebabkan bidang licin jika ada air hujan sehingga qu tidak bisa ditetapkan besarnya. Disarankan menggunakan residual strength-nya. Lempung lunak akan menimbulkan masalah setlement dan kapasitas dukung yang rendah dan jenis tanah ini dapat mengalir dan menggeser tiang pancang.


Pondasi diatas timbunan yang tidak direncanakan


Jika akan mendesain pondasi diatas timbunan yang tidak direncanakan perlu diyakinkan dahulu materialnya apa, dan keseragaman/kepadatannya bagaimana. Apakah materialnya berupa sampah, puing bangunan, tanah bekas tanaman atau kayu. Masalah yang timbul adalah perbadaan setlement akibat kepadatan dan keseragaman yang berbeda-beda.


FAKTOR LINGKUNGAN YANG PERLU DIPERHATIKAN


PRINSIP : Menjaga Kelestarian Lingkungan dengan mempertimbangkan dampak pada lingkungan, meminimalkan dampak dan mencegah serta mengatasi dan memperbaiki.


PENGEBORAN


Saat penyelidikan tanah, lubang bor jangan dibiarkan terbuka untuk menghindari pencemaran air tanah. Perlu dipikirkan penyelamatan Top Soil, pencegahan kerusakan struktur tanah pada pengoboran di dekat sungai /aliran air serta efek pengeboran pada muka air tanah terutama di atas lapisan rapat air.


BAHAN GALIAN


Bahan galian jangan masuk ke saluran drainase dan tercecer dijalan.


PELAKSANAAN PONDASI


Pertimbangkan dampak kebisingan dan getaran akibat pemancangan tiang.


PENGGUNDULAN TANAMAN


Pertimbangkan erosi dan instabilitas lereng serta kembang susut aktif.


PEKERJAAN DITEPI SUNGAI/LAUT


Reklamasi pantai akan menyebabkan hidraulik gradien turun, aliran air lamban dan banjir. Pertimbangkan pengaruh intrusi air laut dan keragaman hayati.

https://atmadilaga27.blogspot.com


PEMOTONGAN BUKIT


Perlu dipertimbangkan bahaya longsor.


PENGEMBANGAN DAERAH YANG DILINDUNGI


Pantai berterumbu karang, berbakau dan pasir bukit alami.
Share:

KAPASITAS DUKUNG TANAH UNTUK BEBAN STATIK

Kapasitas dukung ultimit (qult) didefinisikan sebagai tekanan terkecil yang dapat menyebabkan keruntuhan geser pada tanah pendukung tepat di bawah dan di sekeliling pondasi.

https://atmadilaga27.blogspot.comhttps://atmadilaga27.blogspot.com

Ada 3 kemungkinan pola keruntuhan kapasitas dukung tanah yakni,
1. General Shear Failure
https://atmadilaga27.blogspot.comhttps://atmadilaga27.blogspot.comhttps://atmadilaga27.blogspot.com
  • Kondisi kesetimbangan plastis terjadi penuh diatas failure plane.
  • Muka tanah disekitarnya mengembang (naik).
  • Keruntuhan (slip) terjadi di satu sisi sehingga pondasi miring.
  • Terjadi pada tanah dengan kompresibilitas rendah (padat atau kaku).
  • Kapasitas dukung ultimit (qult) bisa diamati dengan baik.
2. Local Shear Failure

Muka tanah disekitar kurang berarti pengembangannya, karena cukup besar
desakan ke bawah pondasi.
Kondisi kesetimbangan plastis hanya terjadi pada sebagian tanah saja.
Miring pada pondasi diperkirakan tidak terjadi.
Terjadi pada tanah dengan kompresibilitas tinggi ditunjukan dengan setlement yang relatif besar.
Kapasitas dukung ultimit sulit dipastikan sehingga sulit dianalisis, hanya bisa dibatasi setlementnya saja.

3. Punching Shear Failure

  • Terjadi jika terdapat desakan pada tanah di bawah pondasi yang disertai pergeseran arah vertikal disepanjang tepi.
  • Tak terjadi kemiringan dan pengangkatan pada permukaan tanah.
  • Penurunan relatif besar.
  • Terjadi pada tanah dengan kompresibiltas tinggi dan kompresibilitas rendah jika pondasi agak dalam.
  • Kapasitas dukung ultimit tidak dapat dipastikan.
  • Cara keruntuhan secara umum tergantung pada kompresibilitasnya dan kedalaman pondasi relatif terhadap lebarnya.
Analisis kapasitas dukung didasarkan kondisi general shear failure, gaya-gaya yang bekerja dapat dianalisis.

https://atmadilaga27.blogspot.com
Gambar di atas adalah mekanisme keruntuhan untuk pondasi menerus dengan lebar b dan panjang tak terbatas, memikul suatu tekanan merata (qult) diatas permukaan tanah yang homogen dan isotropik. Parameter kekuatan geser tanah adalah c dan φ tetapi berat isi tanah diasumsikan sama dengan nol. Pondasi akan tertekan ke bawah dan menghasilkan suatu kesetimbangan plastis dalam bentuk zona segi tiga di bawah pondasi dengan sudut ABC = BAC = 45° + φ /2. Gerakan bagian tanah ABC ke bawah mendorong tanah diampingnya ke kesamping. Zona Rankine pasif ADE dan BGF akan terbentuk dengan sudut DEA = GFB = 45° - φ /2. Transisi antara gerakan ke bawah bagian ABC dan gerakan lateral bagian ADE dan BGF akan terjadi di sepanjang zona geser radial ACD dan BCG. Kesetimbangan plastis akan terjadi pada permukaan EDCGF sedangkan sisa tanah lainnya berada dalam kesetimbangan elastis.

Biasanya pondasi tidak diletakan pada permukaan tanah, dalam praktek diasumsikan kenaikan geser tanah antara permukaan dan kedalaman Df diabaikan, tanah tersebut hanya diperhitungkan sebagai beban yang menambah tekan merata q pada elevasi pondasi, hal ini disebabkan tanah diatas elevasi pondasi biasanya lebih lemah, khususnya jika diurug, daripada tanah pada tempat yang lebih dalam. Kapasitas dukung ultimit di bawah pondasi menerus dapat dinyatakan dengan persamaan Terzaghi (1943),

qult = c Nc + q Nq + ½ b γ Nγ

φ, c, γ nilainya diambil di bawah pondasi.

dengan,

q = γ .Df

g nilanya diambil di atas elevasi pondasi.

Persamaan diatas dikembangkan oleh Terzaghi dari teori Prandth-Reissner hingga menghasilkan persamaan,

qult = c [ tan φ (kc + 1)] + q (tan φ) kq + ½ b γ [ tan φ (kγ tanφ - 1) ]

= c Nc + q Nq + ½ b γ Nγ

Nilai Nc, Nq, Nγ tidak dapat dilacak dari mana asalnya karena Terzaghi hanya memberikan grafik φ VS Nc, Nq, Nγ dan bukannya sebuah rumus sehingga tiap buku yang ada nilai Nc, Nq, Nγ dapat berbeda-beda.

Untuk pondasi telapak bentuk bujur sangkar :

qult = 1.3 c Nc + q Nq + 0.4 b γ Nγ

Untuk pondasi telapak bentuk lingkaran :

qult = 1.3 c Nc + q Nq + 0.3 b γ Nγ

Analisis kapasitas dukung didasarkan kondisi local shear failure pada pondasi menerus,

q’ult = c’ Nc’ + q Nq’ + ½ b γ Ng’

dengan,

c’ = 2/3 c

tan j ’ = 2/3 tan φ

Local shear failure dapat terjadi untuk nilai φ ‹ 30°. Untuk pondasi bentuk lainya, caranya sama dengan mencari qult. Persamaan q’ult hanya untuk memuaskan user, tidak ada alasan ilmiah yang mendukung teori ini. Teori ini hanya ada dari Terzaghi saja.

Catatan :
Untuk keamanan besar dapat digunakan rumus local shear failure, kapasitas dukung lebih rendah, setlement tidak perlu dihitung.
Untuk lebih realistis setelah pengecekan terhadap qult (general shear failure), pondasi perlu dichek terhadap setlement (hasil lab). Dapat juga hasil lab dibandingkan dengan uji lapangan (SPT atau CPT). Hasil qult lab biasanya lebih besar dari qult lapangan (pendekatan). Mengapa hasil qult lapangan nilainya lebih rendah ? karena teorinya hanya sederhana, tanah dibagi menjadi tanah kohesif dan non-kohesif.
Kondisi khusus,

pada tanah non-kohesif c = 0 maka qult = q Nq + ½ b γ Ng
pada tanah kohesif j = 0 maka Nc = 5.7, Nq=1, Nγ=0, qult = 5.7 c + q
pondasi pada permukaan tanah Df = 0 maka qult = c Nc + ½ b γ Nγ

Perkembangan rumus setelah qult Terzaghi, Nc & Nq diambil nilainya dari Prandth(1921) – Reissner (1924),
Nq = e^(Ï€.tanφ) tan^2 (45° + φ/2)
Nc = ( Nq – 1 ) Cot φ

Sedangkan nilai Nγ diusulkan,

Nγ = ( Nq – 1 ) tan 1.4 φ Mayerhof (1963)

Nγ = 1.8 ( Nq – 1 ) tan φ Hansen (1968)

Nγ = 2 ( Nq + 1 ) tan φ Coquot & Kerisek – nilainya terlalu besar.

Untuk faktor bentuk, faktor kedalaman dan faktor kemiringan beban yang diusulkan oleh DeBeer (1970) dan Mayerhof (1953) secara empiris hasil observasi percobaan. Untuk keperluan praktis, nilai qult yang di usulkan Terzaghi memberikan hasil yang cukup baik. Perlu diketahui bahwa hasil-hasil perhitungan kapasitas dukung sangat peka terhadap nilai-nilai asumsi parameter kekuatan geser terutama untuk nilai j yang tinggi. Akibatnya perlu dipertimbangkan keakuratan parameter-parameter kekuatan geser yang digunakan.

Beberapa alasan mengapa data hasil lab perlu di tinjau (jangan dipercaya langsung) :
  • Tingkat ketergangguannya.
  • Kondisi lapangan apa cukup baik.
  • Kondisi struktur tanah sample tidak dapat mewakili.
  • Kalau terdapat krikil dalam sample, krikil dibuang sehingga mungkin kapasitasdukung lapangan lebih besar dari lab.

Pengaruh Air Terhadap Kapasitas Dukung Tanah.
Air dapat mengurangi kapasitas dukung tanah hingga ½-nya (Terzaghi), untuk pasir pendapat ini terlalu kecil dan untuk lempung pendapat ini terlalu besar. Berdasar elevasi MAT terhadap pondasi nilai qult menjadi,




Sebenarnya perlu juga koreksi nilai φ dan c selain nilai γ akibat adanya M.A.T, namun di lapangan dapat digunakan nilai φ dan c terlemah.

KAPASITAS DUKUNG TANAH DI ATAS TANAH BERLAPIS
  • Tanah tak padat di atas tanah yang lebih padat.
  • Jika tanah kurang padat lebih tebal – gunakan kapasitas dukung lapisan tsb.
  • Jika tanah kurang padat lebih tipis – pengaruh lapisan yang lebih padat.
  • Tanah lebih padat di atas tanah kurang padat.
  • Jika tanah lebih padat tebal – kapasitas dukung tanah yang lebih padat dan chek setlement lapisan kurang padat.
  • Jika tanah lebih padat tipis -- pertimbangkan patah pons (pada lap. Cadas)
  • jika pondasi diletakan diatas lap.cadas sehingga gunakan kapasitas dukung lapisan kurang padat.
Share:

Desain Perkerasan Kaku Metode Bina Marga

Perkerasan Kaku

Perkerasan kaku adalah struktur yang terdiri dari plat beton semen yang bersambung (tidakmenerus) dengan atau tanpa tulangan, atau menerus dengan tulangan, terletak diatas lapis pondasi bawah, tanpa atau dengan peraspalan sebagai lapis permukaan.
https://atmadilaga27.blogspot.com

Jenis Perkerasan Kaku
1. Perkerasan beton semen, yaitu perkerasan kaku dengan beton semen sebagai lapis aus

-bersambung tanpa tulangan
-bersambung dengan tulangan
-menerus dengan tulangan
-pratekan
2. Perkerasan komposit, yaitu perkerasan kaku dengan plat beton semen sebagai lapis pondasi dan aspal beton sebagai lapis permukaan

Dasar-dasar Desain

Tebal plat dihitung supaya mampu menahan tegangan yang diakibatkan bebanr oda, perubahan suhu dan kadar air, serta perubahan volume lapisan dibawahnya. Penerapan prinsip “fatique” (kelelahan) untuk mengantisipasi beban berulang, dimana semakin besar jumlah beban lalulintas mengakibatkan ratio tegangan (perbandingan tegangan lentur beton akibat beban roda dengan kuat lentur beton “MR”) semakin kecil.

Faktor-faktor Yang Berpengaruh
  • Peranan dan tingkat pelayanan
  • Lalu lintas
  • Umur rencana
  • Kapasitas jalan
  • Tanah dasar
  • Lapis pondasi bawah
  • Bahu
  • Kekuatan beton
Lalu Lintas

Hanya diperhitungkan terhadap kendaraanniaga
Persamaan-persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut:


Keterangan:
JKN = jumlah kendaraan niaga
JKNH = JKN Harian saat jalan dibuka
R = faktor pertumbuhan lalu lintas
n / m= tahun rencana
i / i’= pertumbuhan lalu lintas

Tanah Dasar

Parameter yang digunakan adalah modulus reaksi tanah dasar (k) yang didapat melalui metode pengujian AASHTO T.222-81 atau dari korelasi nilai CBR.Nilai k minimal adalah2 kg/cm3. Sifat yang perlu diperhatikan dari tanah dasar adalah kembang susut, intrusi dan pumping, dan keseragaman daya dukung tanah dasar. Apabila digunakan lapis pondasi bawah maka digunakan nilai k gabungan. Untuk satu ruas jalan, nilai modulus Rencana digunakan persamaan:

ko = k –2S jalantol

ko= k –1.64S jalan arteri

ko= k –1.28S jalankolektor/lokal

Faktor keseragaman (FK) dianjurkan < 25 %

Tabel. Perkiraan Nilai Modulus ElastisitasLapis Pondasi
Jenis bahan Modulus elastisitas
Gpa psi kg/cm2
granular 0.055 -0.138 8000 -20000 565 -1410
lapis pondasi distabilisasi semen 3.5 -6.9 50000 -1000000 35210 -70420
tanah distabilisasi semen 2.8 -6.2 40000 -900000 28170 -63380
lapis pondasi diperbaiki aspal 2.4 -6.9 350000 -1000000 24650 -70420
lapis pondasi diperbaiki aspal emulsi 0.28 -2.1 40000 -300000 2815 -21125

Kekuatan Beton

Untuk desain perkerasan kaku kekuatan beton yang dipertimbangkan adalah kekuatan lentur (flexural strength) umur28 hari yang didapat dari pengujian menggunakan metode ASTM C-78 atau korelasi dari nilai kuat tekan beton umur28 hari sbk 28). Korelasi kauat lentur dan kuat tekan beton dinyatakan dalam persamaan



Nilai MR 28 disyaratkan 40 kg/cm2 atau minimal 30 kg/cm2 (kondisi memaksa!!!)

Tabel. KoefisienDistribusiKendaraanNiagaPadaJalurRencana
Jumlahjalur Kendaraan niaga
1 arah 2 arah
1 jalur 1 1
2 jalur 0.7 0.5
3 jalur 0.5 0.475
4 jalur - 0.45
5 jalur - 0.425
6 jalur - 0.4

Tabel. Faktor Keamanan
PerananJalan FK
JalanTol 1.2
JalanArteri 1.1
JalanKolektor/Lokal 1

Tabel. Perbandingan Tegangan dan Jumlah Pengulangan Beban Yang Diijinkan
Perbandingan Tegangan* Repetisi beban ijin Perbandingan Tegangan* Repetisi beban ijin
0.51 400000 0.69 2500
0.52 300000 0.7 2000
0.53 240000 0.71 1500
0.54 160000 0.72 1100
0.55 130000 0.73 850
0.56 100000 0.74 650
0.57 75000 0.75 490
0.58 57000 0.76 360
0.59 42000 0.77 270
0.6 32000 0.78 210
0.61 24000 0.79 160
0.62 18000 0.8 120
0.63 14000 0.81 90
0.64 11000 0.82 70
0.65 8000 0.83 50
0.66 6000 0.84 40
0.67 4500 0.85 30
0.68 3500


* tegangan akibat beban dibagi kuat lentur tarik (MR)
* untuk perbandingan tegangan ≤ 0.50 repetisi beban ijin adalah tidak terhingga

Perhitungan Tulangan

Tujuan tulangan
–Mengurangi retakan
–Mengurangi sambungan plat
–Mengurangi biaya pemeliharaan

Tulanganpadaperkerasanbetonbersambung

As = luas tulangan (cm2/m’)
F = koefisien gesek plat dan lapis bawahnya
L = jarak antar sambungan (m)
h = tebal plat (m)
fs = tegangan tarik ijin baja (kg/cm2)

Tabel. Koefisien Gesek Plat Beton dan Lapis Di bawahnya
Jenis Pondasi KoefisienGesek
Burtu, Lapen dan konst.sejenis 2.2
Aspal beton, Lataston 1.8
Stabilisasi kapur 1.8
Stabilisasi aspal 1.8
Stabilisasi semen 1.8
Koral 1.5
Batu pecah 1.5
Sirtu 1.2
Tanah 0.9

Tulangan pada perkerasan beton menerus


Ps = persentasetulanganyang diperlukanterhadappenampangbeton, persentaseminimum adalah0.6 %
ft = kuattarikbeton(0.4 –0.5 MR)
fy = teganganlelehbetonrencana
F = koefisiengesekplat danlapis bawahnya
n = angkaekivalensiantarabajadanbeton(Es/Ec)
Ec = modulus elastisitasbeton
Es = modulus elastisitasbaja

Tabel. Korelasi Kuat Tekan Beton dan Angka Ekivalensi Antara Baja dan Beton
Kuat Tekan Beton n
115 -140 2.2
145 –170 1.8
175 –225 1.8
235 –285 1.8
≥ 290  1.8

Tulangan pada perkerasan beton menerus



Lcr = jarak teoritis antar retakan
p = luas tulangan memanjang per satuan luas
u = perbandingan keliling dan luas tulangan
ft = kuat tarik beton (0.4 –0.5 MR)
fb = tegangan lekat antara tulangan dengan beton rencana
S = koefisien susut beton (400 x 106)
n = angka ekivalens iantara baja dan beton (Es/Ec)
Ec = modulus elastisitas beton
Es = modulus elastisitas baja
Share:

01 December 2011

ALAT - ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN (3)

A.      PERALATAN UNTUK PEMADATAN

Dalam pelaksanaan konstruksi jalan atau konstruksi  lain yang memerlukan stabilitas dan kepadatan tertentu diperlukan peralatan untuk pemadatan. Berbagai cara yang dilakukan dalam usaha pemadatan mekanis ini, umumnya dilakukan dengan penggilasan dengan suatu alat penggilas (rollers).
Pada dasarnya tipe alat-alat pemadatan ini antara lain :
1.      Smooth steel rollers (penggilas besi dengan permukaan halus)
a.       Three Wheel Roller (penggilas roda tiga)
https://atmadilaga27.blogspot.com
Three Wheel Roller (penggilas roda tiga)
b.      Tandem Roller (penggilas tandem)
https://atmadilaga27.blogspot.com
Tandem Roller (penggilas tandem)
2.      Pneumatic tired roller (penggilas roda ban angin)

https://atmadilaga27.blogspot.com
Pneumatic tired roller (penggilas roda ban angin)

3.      Sheep foot type roller (penggilas kaki kambing)
https://atmadilaga27.blogspot.com

4.      Vibratory roller (penggilas getar)
https://atmadilaga27.blogspot.com
Vibratory roller (penggilas getar)

Jenis-jenis di atas mempunyai spesifikasi tersendiri untuk dipakai dalam usaha pemadatan bagi berbagai jenis tanah, contoh :
1.  Untuk tanah plastis dan kohesif, maka alat pemadat sheep foot roller adalah yang paling cocok, sebab alat ini memadatkan dari lapisan bagian bawah akibat dari “kaki kambing” yang terdapat padanya. Juga pneumatic tired roller yang cukup berat sangat edektif untuk digunakan.
2.   Pasir dan atau kerikil berpasir, vibratory roller dan pneumatic tired roller sering digunakan untk tanah jenis ini.
3.  Pasir bercampur lempung atau tanah liat, alat pemadat yang sesuai dengan jenis tanah ini antaralain segmented roller.
 
B.       PERALATAN KHUSUS
1.        WATER SPRAYER
Digunakan untuk menjaga permukaan jalan tetap lembab (tidak basah), sehingga mengurangi adanya debu, mengurangi gangguan jarak pandang dan memelihara permukaan jalan agar tetap padat.
Jumlah keperluan air tergantung pada :
ü  Type material permukaan jalan
ü  Kelembaban alami
ü  Curah Hujan
ü  Penguapan
ü  Kepadatan lalu lintas
Jumlah Water Sprayer Truck dihitung berdasarkan cycle time truck, pengisian tank dan pompa penyemprotan.

https://atmadilaga27.blogspot.com
Water Sprayer

Lihat juga :  PERALATAN PENGGALI, PENGANGKAT DAN PEMUAT, PERALATAN PEMBERSIH LAPANGAN 
Share:

ALAT - ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN (2)

A. PERALATAN PENGGALI, PENGANGKAT DAN PEMUAT

1. BACKHOE

A. Umum

Backhoe atau Pull Shovel menggunakan prime mover excavator, bagian-bagian utama dari excavator :

1. Bagian atas, revolving unit (bisa berputar).
2. Bagian bawah, travel unit (untuk berjalan).
3. Bagian attachment, yang dapat diganti.

Backhoe dikhususkan untuk penggalian yang letaknya di bawah kedudukan backhoe itu sendiri. Keuntungan backhoe jika dibandingkan terhadap dragline dan clamshell yang fungsinya hamper sama, adalah dapat menggali dengan kedalaman yang jauh lebih teliti, juga backhoe bisa digunakan sebagai alat pemuat bagi truck-truck.

https://atmadilaga27.blogspot.com
 B. Waktu Siklus dan Kerja Backhoe

Gerakan-gerakan backhoe dalam beroperasi, terdiri dari :
1. Mengisi bucket (land bucket).
2. Mengayun (swing loaded).
3. Membongkar beban (dump loaded).
4. Mengayun balik (swing empty).

Empat gerakan dasar tadi akan menentukan lama waktu siklus, tetapi waktu siklus ini juga tergantung dari ukuran backhoe, backhoe yang kecil waktu siklusnya akan lebih cepat daripada backhoe yang besar, dan tentu saja kondisi kerja yang berpengaruh.

Dengan kondisi kerja yang baik siklus waktu akan lebih kecil (cepat), sebaliknya dengan kerja yang berat (seperti : penggalian tanah liat atau keras, penggalian parit pada tanah yang keras) gerakan excavator akan lebih lambat.

C. Pemilihan Trackshoe

Kebanyakan excavator bekerja di atas perkerasan, tanah lunakdan lain-lain sehingga berdasarkan pengalaman menimbulkan masalah terhadap trackshoe. Jika trackshoe selalu bekerja pada kondisi tempat yang keras, maka kerusakan bagian bawah (trackshoe) akan menjadi sangat cepat. Sehingga dalam pemilihan excavator faktor trackshoe ini harus dipertimbangkan dengan benar.

Untuk penggunaan umum yang paling baik adalah tipe Triple Grouser Section (Roda kelabang dengan tiga lapisan/bagian), karena terhadap traksi baik, juga memberikan kerusakan yang minimum terhadap permukaan tanah.

Double Grouser Section lebih agresif terhadap kerusakan permukaan tanah daripada tipe Triple Grouser Section. Untuk penggunaan traksi yang paling maksimum, maka tipe Single Grouser Section sering digunakan dibanding kedua tipe tadi. Lebar trackshoe ini biasanya berkisar antara 18”, 20”, 22”, 24”, 28”, 30”, 32”, 36”, dan 40”.

2. POWER SHOVEL

https://atmadilaga27.blogspot.comMasih satu golongan dengan backhoe yakni jenis shovel, yang diberikan attachment shovel kepada excavator. Alat demikian sering kita sebut Power Shovel, alat ini baik sekali digunakan sebagai alat penggali dan sebagai alat pemuat, tanpa memerlukan bantuan lain untuk keperluan pemuatan tersebut.

Power Shovel di lapangan digunakan terutama untuk penggalian tebing yang letaknya lebih tinggi dari tempat kedudukan alat. Umumnya Power Shovel ini crawler mounted (beroda kelabang) mengingat bahwa untuk alat ini diperlukan floating (daya apung) dan stabilitas yang besar.

3. DRAGLINE

Kelompok lain dari excavator adalah Dragline, alat ini didapat dengan menambahkan attachment boom crane dan drag bucket pada excavator. Pada kenyataannya dragline ini mempunyai jangkauan lebihbesar dari pada jenis shovel,tetapi dalam tenaga penggali lebih kecil, mengingat dragline mempunyai tenaga penggali hanya dengan mengandalkan kekuatan dari pada berat sendiri digging bucket.
https://atmadilaga27.blogspot.com
Dragline
Dragline dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu :
a. Dragline dengan roda kelabang.
b. Dragline dengan roda ban.
c. Dragline yang dipasang di atas truck.

Prinsip kerja dari Dragline :
  • Mengisi bucket dengan cara menarik drag cable (kabel tarik) sepanjang lapisan material ke arah mesin.
  • Setelah bucket terisi, kemudian diangkat dan kabel tarik dikendorkan tetapi senantiasa tegang.
  • Karena tegangnya kabel tarik ini berakibat bahwa tumpahnya material sedikit.
  • Membongkar muatan, posisinya bisa beberapa feet di muka atau di belakang titik puncak boom.
  • Bucket yang telah kosong diayun dengan mengendorkan kabel angkat (hoist line) dan bucket diajukan pada posisi yang lebih baik untuk mendapatkan muatan baru.
4. CLAMSHELL
https://atmadilaga27.blogspot.comClamshell didapat dengan menggantikan drag bucket pada dragline dengan suatu clamshell. Clamshell ini sangat cocok dikerjakan terutama untuk bahan-bahan yang lepas seperti pasir, kerikil, batu pecah. lumpur, batu bara dan sebagainya. Clamshell bekerja dengan cara menjatuhkan bucket secara vertikal dan mengangkatnya secara vertikal pula, dengan swing sebagaimana pada excavator membongkar material ke tempat yang dikehendaki. Gerakan-gerakan vertikal ini tergantung dari boom dan sudut yang digunakan.

Bucket clamshell yang digunakan terdiri atas dua macam, yaitu :
  • Heavy duty bucket, yang dilengkapi dengan gigi yang dapat dilepas, digunakan untuk penggalian.
  • Light duty bucket, untuk mengangkat bahan ringan, tanpa dilengkapi gigi-gigi.
5. LOADER

Loader adalah alat yang dipergunakan untuk pemuatan material ke dump truck dan sebagainya. Sebagai penggerak utama loader menggunakan tractor. Dikenal dua macam loader (ditinjau dari alat geraknya), yaitu :
  • Loader dengan penggerak crawler tractor atau disebut trax’cavator.
  • Loader dengan penggerak wheel tractor.
Loader didapat dengan menambahkan bucket container yang dipasang di bagian depan.

B. PERALATAN PENGANGKUT
1. DUMP TRUCK

https://atmadilaga27.blogspot.comDump truck adalah kendaraan yang berfungsi membawa material dari atau lokasi, biasanya bekerja dengan alat berat lain sebagai pemuat seperti loader, backhoe dan lain-lain.

Jenis dump truck yaitu :
  • Side dump truck (penumpahan ke samping).
  • Rear dump truck (penumpahan ke belakang).
  • Rear and side dump (penumpahan ke belakang dan ke samping).
Syarat yang penting agar dump truck dapat bekerja efektif adalah jalan kerja yang keras dan rata, tetapi ada kalanya dump truck didesain agar mempunyai cross country ability yaitu suatu kemampuan berjalan di luar jalan biasa.

Lihat Juga :
PERALATAN PEMBERSIH LAPANGAN
Share:

ALAT - ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN (1)

PERALATAN PEMBERSIH LAPANGAN

1. BULLDOZER

A. Umum

Pada dasarnya bulldozer adalah alat yang menggunakan traktor sebagai penggerak utama. Disebut bulldozer karena traktor dilengkapi dengan dozer attachment, dalam hal ini adalah blade. Bulldozer sebenarnya adalah nama jenis dari dozer yang mempunyai kemampuan untuk mendorong ke muka.

Menurut track shoe-nya bulldozer dibedakan sebagai berikut :

1. Crawler tractor dozer (dengan roda kelabang)
2. Wheel tractor dozer (dengan roda ban)
3. Swamp bulldozer (untuk daerah rawa-rawa).
https://atmadilaga27.blogspot.com
Crawler Mounted Bulldozer

Berdasarkan penggerak bladenya, dibedakan atas :

1. Cable controlled (kendali kabel), pada saat ini sudah tidaqk diproduksi lagi.
2. Hydraulic controlled (kendali hidrolis).

A. Fungsi dan Kerja Bulldozer

Pada proyek-proyek konstruksi, terutama proyek yang ada hubungannya dengan pemindahan tanah tertentu, bulldozer digunakan pada pelaksanaan pekerjaan seperti tersebut di bawah ini :
  1. Pembersihan medan dari kayu-kayuan, tonggak-tonggak pohon, dan batu-batuan.
  2. Pembukaan jalan kerja di pegunungan maupun di daerah berbatu-batu.
  3. Memindahkan tanah yang jauhnya hingga 300 ft atau ± 90 m.
  4. Menarik scraper.
  5. Menghampar tanah isian/urugan (fills).
  6. Menimbun kembali trencher.
  7. Pembersihan sites/medan.
  8. Pemeliharaan jalan kerja.
  9. Menyiapkan material-material dari soil borrow pit dan quarry pit/ tempat pengambilan material.

B. Macam Blade

Seperti dijelaskan di atas bahwa bulldozer mempunyai blade yang tegak lurus pada arah gerak maju, sedang untuk angle dozer. Blade selain tegak lurus juga dapat menyerong. Bulldozer mendorong tanah ke depan, sedangkan angle dozer ke depan dan ke samping. Beberapa konstruksi bulldozer mempunyai blade yang memungkinkan berfungsi sebagai bulldozer, juga sebagai angle dozer, dengan cara menyetel blade sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan.

Pada umumnya blade yang dipakai pada bulldozer dan/atau angle dozer ada beberapa jenis, yaitu :

1. Universal Blade (U - Blade)
Sayap yang terdapat di sisi blade adalah untuk menahan material agar tidak keluar dari jalur dorongan. Hal ini memungkinkan bulldozer membawa/mendorong muatan lebih banyak, karena kehilangan muatan yang relatif kecil dalam jarak yang cukup jauh. Kebanyakan bulldozer dengan blade jenisini digunakan pada pekerjaan-pekerjaan :
a. Land reclamation/reklamasi tanah
b. Stock pile work/pekerjaan-pekerjaan penyediaan material.
c. Dan lain-lain

2. Straight Blade (S - Blade)
Blade jenis ini adalah yang paling cocok untuk segala jenis lapangan, blade ini juga merupakan modifikasi dari U-Blade, maneuver lebih mudah dan dengan blade ini pula bulldozer dapat menghandel material dengan mudah.

3. Angle Blade (A – Blade)
Angle blade ini dibuat untuk posisi lurus dan menyerong. Blade ini juga dibuat untuk :
a. Pembuangan ke samping (side casting).
b. Pembukaan jalan (pioneering roads).
c. Menggali saluran (cutting ditches).
d. Dan lain-lain pekerjaan yang sesuai.

4. Cushion Blade (C – Blade)
Blade jenis ini dilengkapi oleh rubber cushion (bantalan karet) untuk meredam tumbukan. Selain untuk push-loading, blade ini juga dipakai untuk pemeliharaan jalan dan pekerjaan dozing yang lain mengingat lebar C-Blade ini memungkinkan untuk meningkatkan maneuver.
5. Bowldozer
Blade demikian dibuat untuk medorong/mmbawa material, agar jumlah kehilangan tanah selama penggusuran sesedikit mungkin, hal ini terjadi akibat adanya dinding-dinding besi yang ada disamping blade.

6. Universal Blade (U – Blade) For Light Material
Blade ini didesain untuk pekerjaan yang non-kohesif material (material terlepas) yang ringan seperti :
a. Stock pile dari tanah gembur.
b. Reklamasi/pegunungan dengan tanah gembur.

C. Perbandingan Crawler Mounted dan Wheel Mounted

Tiap tipe dari bulldozer mempunyai kelebihan tersendiri, tergantug dari kondisi lapangan. Untuk beberapa jenis pekerjaan tertentu kedua-duanya dapat digunakan dengan baik.

Kelebihan Crawler Mounted Bulldozer :
  1. Daya dorong lebih besar, terutama pada lapangan-lapangan yang lunak, seperti pada tanah lumpur dan tanah gembur.
  2. Dapat beroperasi pada tanah yang berlumpur.
  3. Dapat beroperasi pada tanah yang berbatu, dimana mungkin ban akan rusak berat.
  4. Dapat beroperasi pada tanah yang kasar, hal ini bisa mengurangi biaya pemeliharaan jalan.
  5. Daya apung lebih besar, karena ground contact lebih besar sehingga tekanan roda persatuan luas kecil.
  6. Penggunaannya lebih flexibel dan lebih luas (untuk berbagai jenis lapangan).

Kelebihan Wheel Mounted Bulldozer :
  1. Kecepatan gerak yang lebih besar untuk bergerak dari lokasi pekerjaan satu ke lokasi pekerjaan yang lain.
  2. Tidak memerlukan alat angkut untuk membawa alat ke lokasi pekerjaaan.
  3. Output lebih besar, terutama jika dalam pelaksanaan diperlukan jalan yang cepat.
  4. Kelelahan operator kecil.
  5. Tidak merusak permukaan jalan, jika berjalan di atas jalan raya.

2. RIPPER

A. Umum

Jika dalam pekerjaan pembersihan lapangan dijumpai tanah yang keras (missal : lempung keras), sering kali pekrjaan dengan memakai blade bulldozer kurang berhasil, dengan demikian efektivitas produksi akan berkurang, disamping hal itu juga blade akan cepat rusak.

Jika volume pekerjaan tanah keras ini cukup banyak, maka pekerjaan yang paling efektif adalah dengan cara menggemburkan dulu tanah tersebut, alat yang digunakan pada pekerjaan ini disebut Ripper (bajak).

Alat ini pada dasarnya sebuah bajak yang gigi-giginya terbuat dari baja yang keras, sehingga kepadanya dapat diberikan tekanan yang cukup besar untuk lebih memaksanya masuk ke dalam tanah.
https://atmadilaga27.blogspot.com
Multi Shank Ripper


A. Jenis-Jenis Ripper

Jenis-jenis ripper dibedakan menurut keadaannya sebagai berikut :

1. Ripper yang berupa alat tersendiri.
2. Ripper yang ditarik oleh tractor :
  • Dengan kendali kabel.
  • Dengan kendali hidrolis.
3. Ripper yang berupa attachment yang dipasang pada tractor sebagai tenaga penggeraknya :

a. Adjustable parallelogram (giginya sejajar dan bisa diatur/dilepas).
  • Single shank (gigi tunggal).
  • Multi shank (gigi banyak).
b. Parallelogram (giginya sejajar kaku)
  • Single shank (gigi tunggal).
  • Multi shank (gigi banyak)
c. Hinge (berupa piringan) dengan ukuran tertentu.

B. Fungsi Ripper

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, fungsi ripper adalah untuk menggemburkan tanah-tanah yang keras. Tetapi tidak semua tanah keras bisa dikerjakan oleh ripper, kadang-kadang harus dilakukan peledakan.
Share:

30 November 2011

Lowongan PT. TEKNIKO INDONESIA Desember 2011

PT. TEKNIKO INDONESIA (Construction & Stell Fabrication)
membutuhkan beberapa tenaga Teknik dan Non Teknik untuk ditempatkan pada Proyek 'Posco Power' di Cilegon, dengan kreteria :

1. Civil Engineer (min S1)
2. Drafter Engineer (min STM)
3. Quality Control (min S1)
4. Adm/Accounting (min D3)
5. Surveyor (min STM)
6. Material Control (min S1)
7. Mechanical Engineering (min S1)
8. Purchasing (min D3)
9. HRD (min S1)

Persyaratan Laki-laki dengan umur Max 25 Tahun
Jika berminat kirim CV dan Lamaran ke alamat email zulfawzi29@gmail.com
Share:

OUR YOUTUBE CHANNEL

Join Our Fanpage

KUNJUNGI BLOG KAMI LAINNYA



Total Pageviews

Blogroll